Thursday, 6 April 2017

Pengaturan Nutrisi Gizi Bagi Anak


Pengaturan Nutrisi Gizi Bagi Anak

Pengertian
Gizi adalah pemberian makanan kepada seluruh sel-sel  dan jaringan tubuh sehingga memungkinkan tubuh menjadi kuat dengan jiwa dan pikiran yang sehat.

Fungsi Gizi
  1. Sebagai sumber zat tenaga :
    Untuk melakukan berbagai aktivitas sehari-hari contoh makanannya ; beras, singkong, mie
  1. Sebagai bahan makanan sumber zat pembangun : Untuk pembentukan, pertumbuhan, dan pemeliharaan sel-sel tubuh, contoh makanannya seperti ; tempe, telur, daging, ikan 
  2.  Sebagai sumber zat pengatur : Untuk mengatur penggunaan zat-zat gizi di dalam tubuh, contoh makanannya seperti ; sayuran dan buah-buahan.


Manpaat Zat Gizi
a.           Memelihara proses tubuh dalam pertumbuhan  dan perkembangan, terutama bagi mereka yang masih dalam tahap pertumbuhan, yaitu untuk penggantian sel-sel yang sudah rusak dan sebagai zat pelindung dalam tubuh
b.           Memperoleh energi guna melakukan kegiatan fisik sehari-hari, perolehan energi tergantung dari  keadaan dan macam-macam bahan makanannya ( Kartasapoetra dan Marsetyo, 1995 ).

Pentingnya Makanan Bergizi Bagi Anak
  1. energi  yang dibutuhkan untuk proses tumbuh kembang
  2. Menghindarkan anak dari penyakit defisiensi dan infeksi serta memungkinkan anak lebih cepat mengalami proses pemulihan dari penyakitnya
  3. Persediaan gizi yang dibutuhkan untuk proses pertumbuhan padaa masa pubertas

Akibat Dari Kekurangan Gizi
  1. Kwashiorkor
  2. Marasmus
  3. KVA ( Kurang Vitamin A )
  4. Anemia
  5. Gondok

Makanan yang mengandung zat besi diantaranya ; sayuran terutama kacang-kacangan, teri, hati, dan pemberian obat penambah darah, apabila sudah gawat maka harus ditranfusi darah.

Makanan Yang Menarik
  1. Makanan yang disajikan masih hangat
  2. Mengandung vitamin
  3. Minum teh manis yang masih hangat
 

Wednesday, 5 April 2017

LEADERSHIP STYLE IN NURSING



LEADERSHIP STYLE IN NURSING

A.       DEFINITIONS
The verb "lead" means many things, like to walk, run in a certain direction, to direct, to walk in front, being the first, open the game and tend to definite results. A nurse manager to lead an additional worker to explain step by step towards the institutional objectives and by utilizing the efforts of workers achieve the goal.
B.      ACTIVITIES OF LEADERSHIP

Leadership includes the following activities: direct, or point the way, supervise or oversee the actions, and coordinate, or to unite the efforts of different individuals.

Of all the activities, directing is the most difficult. To lead subordinates along the way of action has been established, a leader must have a clear picture of the end, must be familiar with the capabilities and motivation of subordinates, and should appreciate spending time and effort to follow the path that has been determined.Directing others is a complex transaction because it put the leader in an authoritarian role or parenterally, so that subordinates tend to react against. Oversee the activities of the easiest of the three activities for supervisors own responsibility to bring curiosity and concern about the contribution of subordinates.

Finally, the coordination of the activities of leadership is very important because unless efforts, all employees are united and focused clearly on institutional objectives, experts assortment of bias working in common purpose with one another.

C.      THE ROLE OF LEADERSHIP

For the sake of clarity, the manager at every layer of the institutional hierarchy should be associated with a different istikah. Top managers, such as director of nursing, linked to the executive. The manager at the next layer is an administrator or manager. Managers in the middle order is called a supervisor. First-line managers patient care unit called the head nurse or patient care manager. Managers at each layer of the hierarchy to direct, supervise, and mengkoorninasikan efforts of subordinates, but the manager at the upper layer and lower layer berbesa in specificity direction, close supervision, coordination methods.

Head nurses provide detailed guidance and sternly to the nursing staff, sometimes working alongside his subordinates to check the technical skills or the skills of individuals, and mngkoordinasikan activities through daily patrol staff to the hospital, the team reports, and review the patient's treatment plan.
  
      D.    EADERSHIP STYLE

       According to Gillies (1996), the style of leadership based on authority and power 
       can be    divided into four (4), namely:

1.     Authoritarian
Leadership is oriented task or job. Using the power and strength in leading positions. The leader determines all the objectives to be achieved in decision making. Information is provided only on the importance of its tasks. Motivation by reward and punishment.

2.    Democratic
A leadership that respects nature and Traffic each staff. Using his personal position and the power to push the idea of ​​staff, motivate groups to determine their own destination. Make a plan and control within the application. Information is given the widest and open.

3.    Participatory
Leadership is a combination of autocratic and democratic, the leaders present the results of analysis of the problem and then propose actions on subordinates. Staff requested suggestions and criticisms and to consider the staff response to the proposal, and the final decision is on the group.

4.    Freedom Act
A offisial leadership, employees determine their own activities without direction, supervision and coordination. Staff / subordinate evaluate the work in accordance with its own way. Leaders only as a source of information and control is minimal.

E.     COMPETENCE OF LEADERSHIP

1.       Communicating about the organization and to facilitate activities of the organization and implementation of changes.
2.       Bendelegasikan and get others to melaksanankan tasks and accept responsibility
3.       selecting and choosing the right employees
4.       Creating an organizational culture conducive and effective
5.       Consult with staff and others outside of the appropriate organization of state organization
6.       Know when rules must be implemented (flexibility)



LEADERSHIP QUESTIONNAIRE RESPONDENT DATA

        Choose by circling the appropriate number of respondents  Gender :


            1.  Male – Male
            2.  female

LEADERSHIP QUESTIONNAIRE


Answer the question - the question below by marking Y if the answer Yes and No sign if the answer not the answers that have been provided!  What is the official schedule creation dillakukan joint between the head space and subordinates? (......)


  1.             Does the head space come on time? (... ..)
    2.     Is the space head home on time? (... ..)

    3.       Does the head space pre-conference held before the start of the service? (... ..)
    4.       Does the head space to hold post-conference after starting the service? (... ..)
    5.       Is the head space to socialize if there are new regulations? (... ..)
    6.       Is the head space attention to input from subordinates in decision making? (... ..)
    7.       Is the head space using the method of deliberation in decision-making? (... ..)
    8.       Is the head space provide equal opportunities for all employees for all employees to continue their education? (... ..)
    9.       Does the head space providing equal opportunities for all employees at a training / seminar? (... ..)
    10.    What is the head space to give a compliment if subordinates succeed in doing the task? (... ..)
    11.   Is the head space give warning if a subordinate who made a mistake? (... ..)
    12.   Is the head space of sanctions if the subordinates do something wrong? (... ..)
    13.   Does the room have melakukakn chief delegate / delegation of tasks and authority with subordinates? (... ..)
    14.    What is the head of the room to supervise directly or indirectly to a subordinate? (... ...)
    15. What is the official schedule creation dillakukan joint between the head space and subordinates? (......)

GAYA KEPEMIMPINAN DALAM KEPERAWATAN



GAYA KEPEMIMPINAN DALAM KEPERAWATAN

A.    DEFINISI
Kata kerja “memimpin” diartikan bermacam-macam, seperti untuk memandu, menjalankan di dalam arah tertentu, untuk mengarahkan, berjalan di depan, menjadi yang pertama, membuka permainan dan cenderung kepada hasil yang pasti. Seorang manajer perawat memimpin pekerja tambahan dengan menjelaskan setapak demi setapak menuju tujuan kelembagaan dan dengan memanfaatkan usaha pekerja mencapai tujuan.

B.     KEGIATAN KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan termasuk kegiatan berikut : mengarahkan, atau menunjukkan jalan, mensupervisi, atau mengawasi tindakan, dan mengkoordinasikan, atau mempersatukan usaha dari individu-individu yang berbeda.
Dari semua aktivitas, mengarahkan adalah yang paling sulit. Untuk memimpin bawahan sepanjang jalan tindakan yang telah ditetapkan, seorang pemimpin harus memiliki gambaran akhir yang jelas, harus terbiasa dengan kemampuan dan motivasi bawahan, dan harus menghargai pengeluaran waktu dan usaha mengikuti jalan yang telah ditentukan.
Mengarahkan orang lain merupakan transaksi yang rumit karena hal tersebut menempatkan pemimpin di dalam peran otoriter atau parenteral, sehingga bawahan cenderung untuk bereaksi melawan. Mengawasi merupakan kegiatan termudah dari ketiga kegiatan tersebut karena tanggung jawab supervisor sendiri mendatangkan keingintahuan dan perhatian mengenai kontribusi bawahan.
Akhirnya koordinasi merupakan kegiatan kepemimpinan yang sangat penting karena kecuali usaha, semua pegawai disatukan dan difokuskan jelas pada tujuan kelembagaan, tenaga ahli yang bermacam-macam bias bekerja pada maksud yang sama satu sama lain.

C.    PERAN KEPEMIMPINAN
Demi kejelasan, manajer di setiap lapisan hirarki kelembagaan sebaiknya dihubungkan dengan istikah yang berbeda. Manajer puncak, seperti direktur keperawatan, dihubungkan dengan eksekutif. Manajer di lapis selanjutnya adalah seorang administrator atau pengelola. Manajer dalam urutan menengah disebut supervisor. Manajer lini pertama unit rawat pasien disebut kepala perawat atau manajer rawat pasien. Manajer pada setiap lapisan hirarki mengarahkan, mengawasi, dan mengkoorninasikan usaha dari bawahan, namun manajer di lapisan atas dan lapisan rendah berbesa di dalam kekhususan pengarahan, dekatnya supervisi, metode koordinasi.
Kepala perawat memberikan pengarahan rinci dan tegas kepada staf perawat, terkadang bekerja di samping bawahannya untuk memeriksa ketrampilan tehnis atau ketrampilan perorangan, dan mngkoordinasikan kegiatan staf lewat patroli harian ke rumah sakit, laporan tim, dan tinjauan rencana perawatan pasien.

D.    GAYA KEPEMIMPINAN
Menurut Gillies (1996), gaya kepemimpinan berdasarkan wewenang dan kekuasaan dibedakan menjadi empat (4), yaitu :
1.      Otoriter
Merupakan kepemimpinan yang berorientasi pada tugas atau pekerjaan. Menggunakan kekuasaan posisi dan kekuatan dalam memimpin. Pemimpin menentukan semua tujuan yang akan dicapai dalam pengambilan keputusan. Informasi diberikan hanya pada kepentingan tugas. Motivasi dengan reward dan punishment.
2.      Demokratis
Merupakan kepemimpinan yang menghargai sifat dan kemapuan setiap staf. Menggunakan kekuasaan posisi dan pribadinya untuk mendorong ide dari staf, memotivasi kelompok untuk menentukan tujuan sendiri. Membuat rencana dan pengontrolan dalam penerapannya. Informasi diberikan seluas-luasnya dan terbuka.
3.      Partisipatif
Merupakan kepemimpinan gabungan antara otokratik dan demokrasi, yaitu pemimpin yang menyampaikan hasil analisa masalah dan kemudian mengusulkan tindakan tersebut pada bawahannya. Staf diminta saran dan kritiknya serta mempertimbangkan respon staf terhadap usulannya, dan keputusan akhir ada pada kelompok.
  4.   Bebas Tindak
Merupakan kepemimpinan offisial, karyawan menentukan sendiri kegiatan tanpa pengarahan, supervisi dan koordinasi. Staf / bawahan mengevaluasi pekerjaan sesuai dengan caranya sendiri. Pimpinan hanya sebagai sumber informasi dan pengendalian secara minimal.

E.     KOMPETENSI KEPEMIMPINAN
1.      Berkomunikasi tentang organisasi dan dalam memfasilitasi kegiatan organisasi dan pelaksanaan perubahan.
2.      Bendelegasikan dan mendapatkan orang lain untuk melaksanankan tugas dan menerima tanggung jawab
3.      Menseleksi dan memilih pegawai yang tepat
4.      Menciptakan budaya organisasi yang kondusif dan efektif
5.      Mengkonsultasikan dengan staf dan orang lain di luar organisasi yang sesuai tentang keadaan organisasi
6.      Mengenal kapan peraturan harus dilaksanakan ( fleksibilitas )


DATA RESPONDEN KUESIONER KEPEMIMPINAN
Pilihlah dengan cara melingkari angka sesuai jawaban responden
Jenis kelamin :
1. Laki – laki
2. Lerempuan

KUESIONER KEPEMIMPINAN
Jawablah pertanyaan – pertanyaan di bawah ini dengan memberikan tanda Y jika jawaban Ya dan tanda Tidak jika jawaban Tidak pada jawaban yang telah disediakan!
1.      Apakah kepala ruang datang tepat waktu ? (…..)
2.      Apakah kepala ruang pulang tepat waktu ? (…..)
3.      Apakah kepala ruang mengadakan pre conference sebelum memulai dinas ? (…..)
4.      Apakah kepala ruang mengadakan post conference setelah memulai dinas? (…..)
5.      Apakah kepala ruang mensosialisasikan jika ada peraturan baru ? (…..)
6.    Apakah kepala ruang memperhatikan masukan bawahan dalam pengambilan keputusan ? (…..)